![]()

Media Nu Pakuniran, 19 November 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, kembali menggiatkan latihan rutin sebagai upaya mencetak kader-kader pendekar yang tangguh fisik dan spiritual. Latihan intensif ini digelar setiap akhir pekan, yaitu pada Jumat, Sabtu, dan Minggu sore.
Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Pakuniran, Abdul Bari Jaelani, menegaskan bahwa latihan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral organisasi untuk melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya dan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa.
“Kami berkomitmen penuh untuk melaksanakan pembinaan secara berkelanjutan. Latihan tiga hari ini tidak hanya fokus pada teknik bela diri, tetapi juga penanaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta nilai-nilai patriotisme, sesuai dengan ruh Pagar Nusa,” ujar Abdul Bari Jaelani.
Anggota Pagar Nusa Pakuniran, yang mayoritas adalah pelajar dan santri, terlihat antusias mengikuti setiap materi latihan yang meliputi pemantapan jurus dasar, aplikasi teknik, dan penguatan fisik, dengan semboyan suci: Laa Ghaliba Illa Billah (Tiada yang mengalahkan kecuali pertolongan Allah).

Sejarah Singkat Berdirinya Pagar Nusa
Semangat bela diri yang diwarisi oleh PAC Pagar Nusa Pakuniran ini berakar dari sejarah panjang pendirian organisasi yang didorong oleh keprihatinan para ulama NU.
Pagar Nusa didirikan pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Pendiriannya dipicu oleh kekhawatiran para Kiai mengenai kian meredupnya tradisi silat khas pesantren yang sebelumnya menjadi identitas penting di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sebelum Pagar Nusa berdiri, berbagai aliran silat pesantren berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya wadah yang terorganisir.
Tokoh kunci di balik pendirian organisasi ini adalah KH. Maksum Jauhari atau yang akrab disapa Gus Maksum (dari Lirboyo) bersama KH. Suharbillah dan KH. Mustofa Bisri.
Pengesahan Resmi: Pagar Nusa kemudian disahkan sebagai badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama secara resmi melalui Surat Keputusan tertanggal 16 Juli 1986. Pagar Nusa bertugas mewadahi, mengembangkan, dan melestarikan seni, budaya, tradisi, dan olahraga pencak silat di kalangan NU.
Makna Nama: Nama “Pagar Nusa” sendiri diusulkan oleh KH. Anas Thohir, Ketua PWNU Jawa Timur kala itu, yang mengandung makna: “Pagar Nahdlatul Ulama dan Bangsa”. Hal ini menegaskan peran ganda Pagar Nusa sebagai penjaga ulama, ajaran Aswaja, serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan berbekal sejarah dan semangat ini, PAC Pagar Nusa Pakuniran bertekad akan terus menjalankan peran mereka sebagai pagar hidup NU di tingkat kecamatan, menjamin bahwa warisan spiritual dan bela diri ini tetap terjaga dari generasi ke generasi.
AF / Red








