Home / Umum / Aksara Center Dorong Reinterpretasi Literasi Pesantren: Dari Tradisi Halaqoh hingga Era Timeline Digital

Aksara Center Dorong Reinterpretasi Literasi Pesantren: Dari Tradisi Halaqoh hingga Era Timeline Digital

Loading

Kraksaan, medianupakuni.com – Aksara Center menggelar Diskusi Publik bertema “Reinterpretasi Literasi Pesantren: Dari Halaqoh ke Timeline” pada Jumat siang (21/11/2015) di Gatherloop Café & Community, Kraksaan. Acara ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan santri dan akademisi, yakni Muhaimin El Lawi, penulis novel sekaligus alumni PP Sidogiri; Muhammad Yazid, Ketua LAKPESDAM PCNU Kraksaan dan alumni PP DWK; serta Nurul Huda, akademisi lulusan S3 Filsafat UGM yang juga alumni PP DWK.

Diskusi publik ini mendapat perhatian besar dari pegiat literasi dan komunitas santri. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata gerakan literasi yang terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Dalam pemaparannya, Muhaimin El Lawi menyaampaikan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku. “Kita harus bisa membaca keadaan sosial di sekitar kita sehingga kepekaan literasi tetap terasah dan terjaga,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Muhammad Yazid menegaskan pentingnya memperkaya wawasan melalui berbagai referensi. “Penting membaca kitab kuning, tetapi jangan lupa membaca kitab putih, kitab merah, dan kitab hijau agar khazanah keilmuan semakin luas,” ujarnya.

Sementara itu, Nurul Huda menyoroti transformasi literasi di pesantren pada era digital. “Menambah wawasan keilmuan sekarang jauh lebih mudah berkat digitalisasi. Berbeda dengan era manuskrip terdahulu yang semuanya ditulis tangan,” jelasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Founder Aksara Center, Zainul Hasan, berharap kegiatan ini dapat kembali menguatkan budaya literasi di kalangan pesantren serta memberikan pemahaman tentang etika bermedia sosial.

Ia menekankan pentingnya santri untuk tidak hanya berilmu, tetapi juga bijak dalam menyampaikan gagasan di ruang digital.

Kontributor: Bari
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *