Home / Umum / Merawat Trilogi Ukhuwah: Jalan NU Menuju Kedamaian Sejati

Merawat Trilogi Ukhuwah: Jalan NU Menuju Kedamaian Sejati

Loading

Media Nu Pakuniran, 21 November 2025, -Menjaga tali silaturahim adalah perintah agama dan kunci kerukunan, tidak hanya di internal umat Islam, tetapi juga di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Menurut pandangan Nahdlatul Ulama (NU), silaturahim dan persaudaraan (ukhuwah) harus diamalkan dalam tiga lingkup yang dikenal sebagai Trilogi Ukhuwah, yang dicetuskan oleh KH. Achmad Shiddiq (Rais Aam PBNU periode 1984–1991):

1. Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Sesama Muslim)

Ini adalah ikatan persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan akidah. Perbedaan pandangan furu’iyah (cabang) tidak boleh menjadi sebab perpecahan. Kita wajib saling membantu, menasihati, dan mendoakan.

Dalil (Sumber Islam): Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Sebangsa)

Ini adalah persaudaraan yang terikat oleh kesamaan bangsa dan tanah air, yaitu Indonesia. Dalam bingkai kebangsaan, perbedaan agama, suku, dan ras harus dihormati sebagai aset.

Pandangan NU: Tata hubungan dalam Ukhuwah Wathaniyah bersifat mu’amalah (kemasyarakatan, kenegaraan, kebangsaan, sosial), bukan masalah ibadah. NU menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar bersama.

3. Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (Persaudaraan Sesama Manusia)

Ini adalah persaudaraan universal yang tumbuh di atas dasar kemanusiaan, tidak dibatasi oleh sekat-sekat primordial. Kita harus menjunjung tinggi martabat kemanusiaan (HAM) dan bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang adil dan damai di seluruh dunia.

Pesan Utama dari NU:

Merawat persatuan dan kerukunan beragama adalah upaya proaktif yang sangat penting di Indonesia. Keberagaman adalah keniscayaan dan rahmat dari Allah (rahmatan lil ‘alamin). Menolak kemajemukan berarti melawan kehendak Tuhan.

Mari kita jadikan trilogi ukhuwah ini sebagai panduan untuk terus bertumbuh, berkembang, dan memberikan pelayanan terbaik kepada sesama—karena kesuksesan seorang guru (pendidik) atau Muslim adalah ketika mampu melayani sesama dengan kesadaran dari hati nurani.

#TrilogiUkhuwah #NahdlatulUlama #Silaturahim #Toleransi #KerukunanUmatBeragama #IslamNusantara #KHAchmadShiddiq

Sumber Rujukan:

  • Konsep Trilogi Ukhuwah KH. Achmad Shiddiq (Disampaikan menjelang Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Yogyakarta, 1989).
  • Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim tentang keutamaan silaturahim.
  • Artikel-artikel resmi dari NU Online (seperti yang membahas Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Basyariyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *