Home / Umum / Mujahadah Kubro di Gajayana Malang, Seratus Ribu Peserta Telah Mendaftar

Mujahadah Kubro di Gajayana Malang, Seratus Ribu Peserta Telah Mendaftar

Loading

medianupakuniran.com, dilansir dari harian.disway.id Momentum puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU” yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur diprediksi akan memutihkan Malang. Berdasarkan data terbaru hingga dua hari menjelang pelaksanaan pada 6 Februari 2026, jumlah jamaah yang terdaftar untuk mengikuti Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana telah menembus angka 104.541 orang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih, di Surabaya pada hari Jumat, 6 Februari 2026. Ia merinci bahwa antusiasme warga Nahdliyin sangat luar biasa dalam menyambut agenda besar ini.

“Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau kalau dibulatkan mencapai 105 ribu orang dengan 1.100 bus lebih dan ribuan kendaraan lainnya,” ujar DR HM Faqih.

Secara mendetail, komposisi jamaah tersebut terdiri dari 77.541 orang perwakilan Pengurus Cabang NU (PCNU) dari seluruh wilayah Jawa Timur, ditambah dengan 27.000 anggota Muslimat NU se-Jawa Timur. Mobilisasi massa ini didukung oleh armada transportasi yang masif, meliputi 1.183 bus, 6.465 unit mobil pribadi, serta 5.413 sepeda motor. Untuk menjaga ketertiban, seluruh jamaah akan dikelompokkan ke dalam 9 zona koordinasi yang diawasi oleh 9 PIC dari PWNU, serta melibatkan 45 ketua rombongan dan narahubung di level lokal.

Dalam rapat Syuriah-Tanfidziyah PWNU Jatim yang digelar pada 3 Februari 2026, Prof Masykuri Bakri selaku Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim menegaskan bahwa aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas telah mendapatkan dukungan penuh dari Polda Jatim, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jatim. Mengingat kapasitas Stadion Gajayana yang terbatas, panitia telah menyiapkan strategi khusus untuk kenyamanan jamaah.

“Kapasitas Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya 35.000 orang, jadi sisanya di luar lapangan, karena itu videotron yang diperbanyak di luar stadion akan menjadi solusi untuk jamaah yang lebih banyak di luar stadion hingga radius sekitar 3 kilometer,” jelas Prof Masykuri.

Perhelatan Mujahadah Kubro ini merupakan muara dari rangkaian panjang Harlah Satu Abad NU yang digagas PWNU Jatim. Sebelumnya, berbagai agenda telah sukses dilaksanakan, mulai dari Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Unisma Malang pada 7 Januari 2026, Ziarah Muassis/Muharrik NU se-Jatim pada 24 Januari 2026, hingga Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari 2026. Selain itu, pameran lukisan nasional bertajuk ‘Mangsa Kalasubo’ juga digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 30 Januari 2026.

Tak hanya terfokus pada kegiatan seremonial, PWNU Jatim juga menyentuh aspek kesehatan dan keluarga melalui agenda parenting serta pesantren sehat yang diinisiasi oleh LKKNU-RMI. Kegiatan ini tersebar di tujuh titik strategis di Jawa Timur, meliputi Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi, yang berlangsung sejak 27 Januari hingga 15 Februari 2026.

Sektor ekonomi juga menjadi pilar penting dalam peringatan ini melalui Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan Talkshow 3 Pilar Ekonomi NU (UMKM, Filantropi, dan Industri Pertanian) yang dipusatkan di Kampung Coklat, Blitar, pada 5 hingga 7 Februari 2026. Wakil Ketua PWNU Jatim, DR Hakim Jayli, menyatakan pada 5 Februari 2026 bahwa rangkaian acara di Blitar ini adalah bukti konkret kehadiran NU bagi warga Nahdliyin.

“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya, khususnya 3 pilar ekonomi, dan juga Generasi Z Islami NU,” tutur DR Hakim Jayli.

Ia menambahkan bahwa Festival NUconomic 2026 juga menghadirkan pameran produk pertanian, kehutanan, kelautan, hingga pendampingan UMKM dan business coach. Tercatat sebanyak 53 stan berpartisipasi dengan antusiasme tinggi, bahkan muncul aspirasi agar pameran serupa dijadikan agenda rutin untuk memperkuat ekonomi Nahdliyin.

Sementara itu, fokus pada generasi muda diwadahi melalui Festival GenZINU. Koordinator Festival, Prof HM Noor Harisudin, menjelaskan bahwa berbagai perlombaan digelar untuk merawat tradisi pesantren sekaligus beradaptasi dengan teknologi. Lomba-lomba tersebut meliputi Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, hingga kompetisi teknologi masa depan seperti AI Booth Camp Competition yang dikoordinasikan oleh IPNU/IPPNU.

“Dalam finalis di Kampung Coklat, para GenZINU piawai bercerita lewat visual tentang kisah jam’iyyah, tradisi, kontribusi, dan peran NU dalam membangun peradaban,” pungkas Wakil Sekretaris PWNU Jatim tersebut.(*)

berita ini telah tayang pada hariandisway.id Jumat 06-02-2026,17:23 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *