Home / MWC / Ngalap Berkah, Menjemput Shodaqoh: Ikhtiar MWCNU Pakuniran di Lautan Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Ngalap Berkah, Menjemput Shodaqoh: Ikhtiar MWCNU Pakuniran di Lautan Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Loading

Malang, medianupakuniran.com – Lautan warga Nahdliyyin dari berbagai penjuru Jawa Timur memadati Stadion Gajayana Malang dalam gelaran Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Gelombang doa, dzikir, dan shalawat yang menggema menjadi peneguh eksistensi NU dalam merawat jagad, menjaga tradisi, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di tengah momentum spiritual yang sarat makna itu, rombongan MWCNU Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, turut hadir menyatu dalam barisan jamaah. Mereka datang bukan sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi untuk ngalap berkah dari para masyayikh dan kiai NU, sebagaimana tradisi Nahdliyyin dalam menjemput keberkahan melalui doa dan kebersamaan.

Namun, kehadiran mereka memiliki ikhtiar tambahan. Momentum Mujahadah Kubro juga dimanfaatkan untuk mengetuk kepedulian jamaah melalui penggalangan shodaqoh jariyah. Dana yang terkumpul direncanakan untuk melanjutkan pembangunan Kantor MWCNU Kecamatan Pakuniran, yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Di antara ribuan jamaah, tampak seorang pemuda Nahdliyyin berjalan menyusuri barisan dengan membawa kardus bertuliskan “Donasi Pembangunan Kantor MWCNU Pakuniran.” Dengan penuh semangat dan wajah yang teduh, ia menawarkan kesempatan beramal kepada para jamaah yang hadir. Sebagian menyambut dengan senyum, sebagian lainnya menyelipkan lembaran rupiah dengan harap menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Langkah sederhana itu menjadi simbol bahwa perjuangan membesarkan NU tidak hanya melalui mimbar dan forum, tetapi juga melalui gotong royong dan keikhlasan umat. Mujahadah Kubro bukan sekadar perhelatan akbar, melainkan ruang spiritual yang menguatkan komitmen untuk terus membangun, berkhidmat, dan menebar manfaat.

Bagi MWCNU Pakuniran, keberkahan doa dan kepedulian jamaah menjadi energi baru. Harapannya, kantor yang tengah dibangun kelak menjadi pusat pelayanan umat, penguatan organisasi, serta ruang kaderisasi yang melahirkan generasi Nahdliyyin yang kokoh dalam aqidah, santun dalam akhlak, dan teguh menjaga NKRI.

Di lautan manusia yang bersimpuh dalam doa, terselip satu keyakinan: bahwa setiap rupiah yang disedekahkan dan setiap langkah yang diniatkan untuk khidmat, akan menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan Nahdlatul Ulama dalam merawat bangsa dan peradaban.

“Semoga hari ini kita mendapatkan berkah dari para Masyayikh NU, dan shodaqoh kita untuk Kantor MWCNU Pakuniran dicatat sebagai amal jariyah oleh Allah, amin,” tutur Kurniadi Sekretaris MWCNU Pakuniran saat dilokasi Mujahadah, Ahad (8/2/2026).

Pewarta: dyt
Editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *