Pakuniran, medianupakuniran.com — Gelora khidmah dan kebersamaan membuncah di lingkungan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pakuniran, Jl. Kertonegoro, Dusun Bayur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/2/2026). Sejak pagi, pengurus MWCNU bersama warga Nahdliyyin bergotong royong menuntaskan pengecoran lantai 2 gedung kantor dengan penuh semangat dan keikhlasan.
Satu per satu warga berdatangan, membawa tenaga dan tekad yang sama: menyelesaikan pembangunan rumah besar jam’iyah. Suasana kerja bakti terasa hangat, penuh canda dan kekompakan. Demi menjaga kualitas hasil pengecoran, panitia membagi proses pengerjaan dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–11.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00–15.00 WIB.
“Pengecoran kami bagi menjadi dua sesi agar lebih optimal. Bagi yang memiliki kesibukan di pagi hari tetap bisa berpartisipasi di sesi siang,” terang Awat, Wakil Panitia Pembangunan, di sela-sela kegiatan.

Dukungan pun mengalir dari berbagai unsur. Ketua Baznas H. Ahmad Muzammil, jajaran Syuriah MWCNU, anggota Pagar Nusa, hingga pengurus ranting NU se-Kecamatan Pakuniran turut hadir dan terlibat langsung. Sinergi ulama, umara, dan masyarakat ini menjadi cerminan kuatnya soliditas dalam membangun fasilitas organisasi demi kemaslahatan umat.
Tak kalah penting, peran Muslimat dan Fatayat NU yang dikoordinatori oleh Ibu Umi Kulsum turut menguatkan jalannya kegiatan. Dengan penuh ketulusan, mereka menyiapkan konsumsi berupa nasi dan minuman untuk menjaga stamina para pejuang pembangunan. Sentuhan tangan-tangan ikhlas itu menjadi energi tambahan yang menghidupkan suasana kebersamaan.
Bendahara Panitia, Kurniadi, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kokohnya persaudaraan warga Nahdliyyin Pakuniran.

“Setiap adukan semen adalah saksi semangat gotong royong. Setiap tetes keringat adalah bukti cinta dan pengabdian kita kepada jam’iyah,” ungkapnya penuh harap.
Di tengah berbagai tantangan zaman, kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi utama. MWCNU Pakuniran terus melangkah mantap membangun bukan hanya gedung yang kokoh, tetapi juga merawat bara semangat khidmah yang akan terus menyala dari generasi ke generasi.
Reporter: dyt
Editor: Redaksi
