Yayasan Ar-Razaq Bucor Kulon menggelar kegiatan Haflatul Imtihan yang rutin diselenggarakan setiap tahun, pada Sabtu malam (14/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Yayasan Ar-Razaq, Dusun Acem RT 22 RW 05, Desa Bucor Kulon, dan dihadiri oleh para wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Acara Haflatul Imtihan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas proses pendidikan santri selama satu tahun terakhir. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antara pihak yayasan, santri, dan wali santri. Lokasi acara tampak ramai oleh kehadiran para undangan yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan pembukaan dan penampilan kreativitas santri Yayasan Ar-Razaq. Para santri menampilkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan hasil pembinaan pendidikan dan karakter selama belajar di yayasan tersebut. Kegiatan kemudian ditutup dengan ceramah pengajian yang disampaikan oleh KH Hafidz Hakim Nur, ketua PC NU Kraksaan.
Dalam tausiyahnya, KH Hafidz Hakim Nur menekankan pentingnya sikap syukur sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, setiap nikmat yang diberikan Allah SWT harus disyukuri, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. “Syukur atas apa yang Allah berikan adalah pondasi dasar dalam hidup. Mensyukuri apa pun yang telah Allah anugerahkan,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Untuk memudahkan pemahaman, KH Hafidz memberikan analogi perbandingan antara orang kaya yang harus menanggung biaya pengobatan mahal dengan orang miskin yang sakitnya tidak seberat itu. Dari perumpamaan tersebut, ia menegaskan bahwa Allah SWT memberikan ujian dan nikmat sesuai dengan kemampuan hamba-Nya masing-masing. Oleh karena itu, sikap syukur harus senantiasa dijaga.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wujud rasa syukur dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, terutama shalat dan dzikir. “Alaa bidzikrillahi tathmainnul qulub,” pungkasnya, mengingatkan bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.
