Pakuniran, medianupakuniran.com — Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Al-Amin, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Senin malam (9/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat tarawih tersebut menjadi ruang dialog antara ulama dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan keagamaan yang sering muncul selama bulan Ramadhan.

Acara ini dihadiri oleh Ketua LDNU PCNU Kraksaan KH Husnan, Ketua Takmir Majid Al-Amin Ust Muzammil, Pengurus MWC NU Pakuniran beserta Banom yang lain serta diikuti oleh jamaah setempat yang antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar ibadah Ramadhan.
Salah satu pertanyaan yang disampaikan jamaah berkaitan dengan kadar zakat fitrah dan waktu yang paling utama untuk menunaikannya.
Menjawab hal tersebut, KH Husnan menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai berat zakat fitrah.
“Dalam beberapa pendapat disebutkan 24 kg, ada juga yang menyebut 2,8 hingga 2.9 Kg, ini Ikhtilaf para ulama. Untuk lebih aman, masyarakat dianjurkan mengeluarkan zakat fitrah sekitar 3 kilogram beras,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa waktu paling utama untuk menunaikan zakat fitrah adalah sebelum salat Idulfitri, dengan prioritas diberikan kepada kaum fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.
Pertanyaan lain yang muncul dari jamaah adalah mengenai penentuan awal bulan Syawal melalui mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.
Menanggapi hal tersebut, KH Husnan menyampaikan bahwa hal tersebut dapat saja terjadi, namun tidak bisa dijadikan dasar penetapan hukum bagi masyarakat luas.
“Hal tersebut bisa saja diikuti apabila yang bermimpi adalah seorang wali atau orang saleh, tetapi hanya untuk dirinya sendiri, tidak untuk difatwakan kepada orang lain,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat umum sebaiknya tetap mengikuti ketentuan syariat dan pendapat para ulama yang ahli di bidang ilmu falak, khususnya ulama dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, LDNU PCNU Kraksaan berharap dapat memberikan pemahaman keagamaan yang benar sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
