Sebagai kegiatan pembuka Haul Muassis NU MWC Pakuniran melaksanakan khotmil Qur an dikantor MWC NU. Berlangsung jam 08.00-10.30 WIB yang dihadiri pengurus MWC NU, PAC JQH NU, Pengurus LTM, Pengurus LBM, Ranting JQH, Ranting NU dan PAC Pagar Nusa.
Khotmil Qur an diawali Tawassul Muassis NU, Tawassul Arwah penyumbang dan seluruh warga Pakuniran ketua JQH NU oleh ustadz Misbahul Munir, khotmil Qur an, Tahlil dan doa oleh ustadz H.Awad(Katib Syuriah). (17/7/2026)
Ketua PAC JQH NU Pakuniran menerangkan makna khotmil Qur’an di Haul Muassis NU adalah ulama Qur’ani. Hidup mereka tidak lepas dari Al-Qur’an. Maka, cara paling mulia berbakti kepada beliau adalah dengan menghadiahkan khataman Al Qur an. Sedangkan, Ketika khatam dan pahalanya kita hadiahkan untuk Muassis. Dan kita juga dapat 2 pahala, baik pahala membaca sekaligus pahala birrul walidain kepada guru-guru(Muassis) NU.

“Mendoakan dengan Al-Qur’an itu paling utama. Karena Al-Qur’an adalah kalamullah. Ibarat kita ngirim “transfer pahala terbaik” kepada para Muassis. Beliau dulu berjuang mendirikan NU lewat Al-Qur’an dan Aswaja. Maka, kita teruskan perjuangan itu dengan Khotmil Qur’an”. Ujar Ustadz Misbah Munir
Ia memberikan saran agar semua warga nahdliyin ikut mentradisikan membaca Al Qur an dengan cara.1. Jadikan Rumah Kita Rumah Qur’an, minimal 1 hari 1 halaman, 2. Jangan sampai Al-Qur’an hanya dibuka saat Haul dan Ramadhan saja, 3. Hidupkan Tradisi Khotmil, 4. Di keluarga, di RT, di Ranting. 1 bulan sekali khatam bareng. Pahalanya kirim untuk Muassis, untuk orang tua, untuk bangsa.
“Amalkan Isi Al-Qur’an karena tujuan akhir bukan sekedar khatam. Tapi, akhlaqul Qur’an. Jujur, amanah, tolong menolong. Itu NU yang sebenarnya”. Tutup Ketua JQH ini
Reporter : Ahmad Zaen
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful Hq
