PENGURUS Cabang LAZISNU Kraksaan menggelar kegiatan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di kediaman Ibu Musih, Dusun Bayur, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran. Agenda ini menjadi momentum penguatan program lembaga sekaligus ajang silaturahmi pengurus NU dan jajaran Muspika setempat.
Selain menyerahkan santunan kepada para dhuafa, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkokoh program kerja LAZISNU PCNU Kraksaan. Ketua PC LAZISNU Kraksaan, KH Basid Badzali (Gus Bebe), menyoroti pentingnya optimalisasi program Intensifikasi Koin NU yang digagas oleh PWNU Jawa Timur sebagai instrumen kemandirian umat.
Respons Muspika dan Pesan Keharmonisan NU
Di hadapan para jemaah, Camat Pakuniran sekaligus Wakil Ketua PCNU Kraksaan, Hasan Zainuri, turut merespons aspirasi warga terkait pendataan tingkat kesejahteraan (desil). Beliau menegaskan batasan kewenangan pemerintah daerah dalam penetapan data tersebut.
”Camat tidak bisa berbuat banyak mengenai urusan desil. Semua data dan ketentuannya berasal langsung dari pemerintah pusat,” tegas Hasan Zainuri.
Sementara itu, Ketua PCNU Kraksaan, KH Hafidzul Hakim Noer (Gus Hafid), mengajak warga dan nahdliyin untuk menjaga kedamaian serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di media sosial pascamuktamar.
”Jangan mudah percaya media sosial, NU saat ini baik-baik saja. Pasca muktamar, mari kita semua kembali fokus berkhidmat di NU. Dinamika yang terjadi di internal organisasi itu hal yang biasa,” ujar Gus Hafid.
Acara berjalan penuh khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimca, di antaranya Kapolsek Pakuniran dan Danramil Pakuniran, serta tokoh masyarakat setempat.

