Media NU Pakuniran Berita PCNU Kota Kraksaan Silaturahim Bersama Pj. Bupati Probolinggo

PCNU Kota Kraksaan Silaturahim Bersama Pj. Bupati Probolinggo

Probolinggo, π™’π™šπ™™π™žπ™–π™£π™ͺπ™₯𝙖𝙠π™ͺπ™£π™žπ™§π™–π™£.π™˜π™€π™’ – Setelah melakukan Halal Bihalal kepada para masyayikh yang dikemas dalam safari silaturahim, pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan menggelar safari silaturahim bersama Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, kunjungan silaturahim jajaran PCNU diterima dengan baik oleh Pj. Bupati Ugas Irwanto di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Probolinggo, Rabu (17/4/2024).

Turut mendampingi Pj Bupati Ugas, Plt Inspektur Kabupaten Probolinggo Santiyono, Plt. Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifuddin.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan PCNU Kota Kraksaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Ahmad Muzammil didampingi sejumlah pengurus PCNU Kota Kraksaan.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Ahmad Muzammil menyampaikan kedatangannya ini bertujuan untuk melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

β€œDalam suasana Hari Raya Idul Fitri ini, kami menyampaikan permohonan maaf lahir batin apabila selama bergaul banyak kekurangan dan kesalahan serta khilaf atas perilaku dan tingkah laku,” ujarnya.

Muzammil menerangkan silaturahmi ini sebagai media komunikasi yang rutin dilakukan sebagaimana acara ziarah kepada sesepuh kiai biasanya di bulan Syawal kepada pondok pesantren yang ada di Kabupaten Probolinggo.

β€œKami rutin melakukan Safari Silaturahmi ke Pondok Genggong, Pondok Klaseman, Pondok Gozhim Irsyad dan pondok lainnya sampai dengan saat ini kepada Bapak Pj Bupati Probolinggo. Ini merupakan program NU dalam menjaga agama, umat dan NKRI khususnya di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Sementara Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengaku bersyukur karena diberikan kesehatan serta mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi dari pengurus PCNU Kota Kraksaan. β€œSaya menyampaikan permohonan maaf di tengah kesibukan masih belum bisa silaturahmi secara langsung kepada para kiai,” katanya.

Menurut Pj Bupati Ugas, dalam rangka untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, khususnya masyarakat miskin pihaknya melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati.

β€œAlhamdulillah, pelayanan di RSUD Waluyo Jati saat ini lebih baik saat ini dibanding dulu. Ke depan akan diperbaiki secara bertahap. Beberapa warung sekitar rumah sakit akan dibongkar dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat,” jelasnya.

Pj Bupati Ugas meminta maaf apabila pelayanan kurang baik karena sebagai manusia tentu terkadang ada kendala. Apabila selama melayani ada hal-hal yang mungkin belum maksimal atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan permohonan maaf.

β€œSemuanya harus direncanakan dengan baik, harus merawat jajaran samping, atas dan bawah. Mohon dukungan atas segala kebijakan yang kami buat, semoga bisa mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Probolinggo termasuk terkait pengembangan ekonomi,” pungkasnya.

Reporter: Hidayat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Moment Lailatul Ijtima’, MWCNU Pakuniran Resmi Luncurkan Rangkaian Kegiatan HSN 2023Moment Lailatul Ijtima’, MWCNU Pakuniran Resmi Luncurkan Rangkaian Kegiatan HSN 2023

Pakuniran, π™ˆπ™šπ™™π™žπ™–π™£π™ͺπ™₯𝙖𝙠π™ͺπ™£π™žπ™§π™–π™£.π™˜π™€π™’ — Menjadikan malam lailatul ijtima’ dan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum yang barokah, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWCNU) Pakuniran melalui Panitia Hari Santri Nasional (HSN)

PCNU Kota Kraksaan Lestarikan Tradisi Halal Bihalal dengan Melakukan Hal IniPCNU Kota Kraksaan Lestarikan Tradisi Halal Bihalal dengan Melakukan Hal Ini

Probolinggo, π™’π™šπ™™π™žπ™–π™£π™ͺπ™₯𝙖𝙠π™ͺπ™£π™žπ™§π™–π™£.π™˜π™€π™’ – Sebagaimana diketahui, Kiai Wahab Chasbullah merupakan pelopor tradisi halal-bihalal di Indonesia. Pada tahun 1948, Presiden Soekarno memanggil Kiai Wahab ke Istana Negara untuk dimintai saran agar dapat