![]()
KH Wahab Hasbullah dikenal sebagai salah satu ulama besar Nahdlatul Ulama yang memiliki keluasan ilmu agama, politik, serta kemampuan spiritual. Selain aktif dalam perjuangan bangsa, KH Wahab juga dikenal menguasai berbagai hizib dan ilmu linuwih yang diamalkan dalam kesehariannya.
Sebuah peristiwa menarik terjadi saat berlangsung rapat penting kenegaraan yang dihadiri para tokoh nasional. Ketika itu, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menghampiri KH Wahab Hasbullah dan menepuk bahunya sambil meminta agar ia sejalan dengan pendapat Presiden dalam rapat tersebut. Tak lama setelah itu, KH Wahab mendadak tak mampu bergerak maupun berbicara, seolah tubuhnya terkunci seperti patung, meski kesadarannya tetap utuh.
Dalam kondisi tersebut, KH Wahab berupaya melepaskan diri dengan melafalkan hizib di dalam hati. Beberapa saat kemudian, ia berhasil kembali bergerak. Tanpa banyak bicara, KH Wahab kemudian menghampiri Soekarno dan membalas dengan menepuk pundak sang Presiden sambil menegaskan bahwa ia memiliki pendapat sendiri. Akibatnya, Bung Karno justru mengalami hal serupa dan terdiam tak dapat bergerak selama beberapa waktu, membuat peserta rapat terheran-heran.
Peristiwa ini bukanlah bentuk pertentangan, melainkan cerminan keakraban dan hubungan dekat antara dua tokoh besar bangsa. Setelah kejadian tersebut, hubungan KH Wahab Hasbullah dan Soekarno semakin erat. Keduanya kerap berdiskusi mengenai berbagai persoalan negara, dan Bung Karno pun dikenal sering meminta doa serta pandangan kepada KH Wahab Hasbullah dalam menjalankan kepemimpinannya.
(dari berbagai sumber)
Al-Fatihah untuk beliau berdua.
Penulis: Redaksi Media NU Pakuniran








