PAKUNIRAN, medianupakuniran.com – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kecamatan Pakuniran menggaungkan gerakan bersih-bersih masjid sebagai bentuk khidmah nyata santri, alumni pesantren, dan warga Nahdliyin dalam merawat rumah ibadah.
Gerakan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi PC LTM NU Kota Kraksaan. Program tersebut mendapat sambutan positif dari Koordinator LTM NU MWCNU Pakuniran, Ustadz Moh. Kholis, yang menilai kegiatan ini memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan masjid.
Menurutnya, gerakan bersih-bersih masjid bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, melainkan wujud pengabdian yang perlu terus dirawat dan dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan bersih-bersih masjid merupakan bagian dari tugas takmir, khususnya bidang riayah. Bidang ini mencakup pemeliharaan, kebersihan, keindahan, serta keamanan fisik masjid,” ujar Ustadz Moh. Kholis.

Ia menjelaskan, pengelolaan masjid secara umum mencakup tiga bidang utama, yakni idarah atau pengelolaan administrasi dan organisasi, imarah atau pemakmuran masjid melalui kegiatan ibadah dan keagamaan, serta riayah yang berfokus pada pemeliharaan sarana dan prasarana masjid.
Ketiga bidang tersebut saling melengkapi untuk mewujudkan masjid yang terkelola dengan baik, nyaman digunakan beribadah, dan mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Ustadz Kholis menegaskan bahwa gerakan ini diharapkan mampu memotivasi para takmir, marbot, dan warga Nahdliyin agar semakin istiqamah menjaga kebersihan masjid.
Ia berharap, kebersihan rumah ibadah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus atau marbot, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat di lingkungan sekitar masjid.
“Tujuannya untuk memotivasi takmir, marbot, dan warga Nahdliyin agar istiqamah membersihkan masjid. Harapannya, kegiatan ini menjadi tradisi bersama. Jadi, kebersihan masjid bukan hanya tugas takmir dan marbot, melainkan juga menjadi tanggung jawab warga di sekitar masjid,” tegasnya.
Menurutnya, semangat gotong royong dalam merawat masjid merupakan bentuk nyata kecintaan umat terhadap rumah Allah. Melalui gerakan sederhana tersebut, nilai-nilai kepesantrenan diharapkan terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain mengajak warga terlibat langsung, LTM NU Pakuniran juga mengimbau setiap takmir masjid untuk mendokumentasikan kegiatan bersih-bersih melalui foto maupun video. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi sarana publikasi dan syiar positif melalui berbagai platform media sosial.
Ustadz Kholis menekankan bahwa dokumentasi kegiatan bukan untuk diperlombakan, melainkan sebagai arsip LTM NU Pakuniran sekaligus dokumentasi masing-masing takmir masjid.
“Perlu diketahui bersama, video gerakan bersih-bersih masjid ini tidak dilombakan. Dokumentasi tersebut dibutuhkan untuk arsip LTM NU Pakuniran dan takmir masjid masing-masing, dengan harapan kegiatan positif ini bisa disyiarkan melalui berbagai platform media sosial,” jelasnya.
Ia berharap publikasi kegiatan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak masjid dan masyarakat untuk melakukan gerakan serupa, sehingga semangat menjaga kebersihan rumah ibadah semakin meluas.
Melalui gerakan ini, peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para santri, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh umat.
Reporter: Ahmad Zaen
Editor: Redaksi
Publisher: Syaifulhq
