medianupakuniran.com – Masjid sebagai pusat ibadah umat Islam hendaknya menjadi tempat yang nyaman, hidup, dan mampu menghadirkan semangat kebersamaan bagi masyarakat. Peran tersebut tidak akan terwujud tanpa kepengurusan takmir yang memiliki komitmen untuk mengelola sekaligus memakmurkan masjid. (30/7/2026)
Hal itu disampaikan Koordinator LTM NU MWC NU Pakuniran, Ustadz Moh. Kholis. Menurutnya, masjid yang makmur tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan ramainya aktivitas keagamaan di dalamnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam mewujudkan masjid yang makmur. Pertama, idarah, yaitu pengelolaan atau manajemen organisasi masjid. Kedua, imarah, yakni upaya memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah dan sosial keagamaan. Ketiga, riayah, yaitu pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan.
“Banyak takmir masjid yang lebih fokus pada pembangunan dan pemeliharaan fisik. Padahal, memakmurkan masjid yang paling utama adalah menjadikannya sebagai pusat kegiatan keagamaan yang mampu mengundang antusiasme masyarakat untuk beribadah dan meramaikan masjid,” jelas Ustadz Kholis.
Menurutnya, pengelolaan organisasi yang baik merupakan fondasi utama dalam memakmurkan masjid. Struktur kepengurusan yang tertata serta amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab akan menjadi modal untuk menghadirkan berbagai program keagamaan, baik harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan.
Selain itu, aspek pemeliharaan juga tidak boleh diabaikan. Perawatan masjid harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar seluruh fasilitas tetap bersih, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi para jamaah.
“Pemeliharaan masjid harus menjadi program yang rutin dan terukur. Dengan demikian, seluruh sarana dan prasarana dapat terjaga dengan baik sehingga jamaah semakin nyaman beribadah,” tegas Koordinator LTM NU MWC NU Pakuniran.
Di akhir penyampaiannya, Ustadz Kholis mengajak seluruh takmir masjid agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, takmir harus mampu membangun tata kelola organisasi yang baik serta menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat, menarik, dan mampu menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Reporter: Ahmad Zaen
Editor: Redaksi
Publisher: NajwaR
