PAKUNIRAN, medianupakuniran.com – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2026 terus diwarnai kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran santunan dari BAZNAS Kabupaten Probolinggo kepada marbot masjid, anak yatim, dan santri dhuafa di Kecamatan Pakuniran, Selasa (27/10/2026).
Program ini dilaksanakan melalui sinergi BAZNAS dengan sejumlah lembaga dan badan otonom (Banom) MWC NU Pakuniran.
Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo, KH. Drs. A. Muzammil, berharap program tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi lembaga dan Banom NU untuk terus meningkatkan khidmah kepada umat.
Menurutnya, sinergi yang telah terjalin perlu terus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Di Kecamatan Pakuniran, santunan diberikan kepada 21 santri dhuafa, 20 anak yatim, dan 17 marbot masjid,” jelas KH. Muzammil.
Koordinator RMI MWC NU Pakuniran, Ustadz Badrus Sholeh, menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS dalam mendukung program sosial melalui lembaga dan Banom NU.

Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi motivasi bagi RMI MWC NU untuk semakin mandiri dan mampu mengembangkan program kemaslahatan umat secara berkelanjutan.
Apresiasi serupa disampaikan Koordinator LTM NU MWC Pakuniran, Ustadz Kholis. Menurutnya, penyaluran santunan bagi marbot masjid melalui LTM NU menjadi kesempatan berharga untuk mempererat silaturahmi dengan para marbot se-Kecamatan Pakuniran.
Ia juga menegaskan bahwa marbot memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas masjid, meskipun tugas mereka kerap luput dari perhatian.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU MWC Pakuniran, Ustadz Luqman Hakim, berpesan agar santunan yang diterima anak yatim dapat menjadi penyemangat untuk terus belajar, berbakti kepada orang tua, dan menghormati guru.
Menutup keterangannya, KH. Muzammil berharap sinergi BAZNAS dengan lembaga dan Banom MWC NU Pakuniran tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga mendorong lahirnya program-program baru yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Sinergi yang telah berjalan hendaknya menjadi stimulus bagi LTM NU, RMI, dan LP Ma’arif di tingkat MWC NU untuk melahirkan gagasan dan program baru,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Zaen
Editor: Redaksi
Publisher: Syaifulhq
