Rutinan majelis sholawat nariyah kali ini cukup spesial. Sebab, dimotori RMI NU dalam rangka peringatan hari santri nasional 2026.(30/10/2026)
“Dalam kehidupan umat Islam pembahasan mengenai sholawat nariyah, atau yang lumrah dikenal masyarakat sebagai Sholawat 4444. Hal ini menjadi perhatian mendalam dalam kajian keislaman dan spiritualitas”.
Dawuh Lora Fayyad
Beliau menjelaskam pembacaan sholawat ini sebanyak 4444 kali dikenal di lingkungan para ulama dan penganut tradisi Islam sebagai amalan Ijazah untuk memohon kemudahan, kelancaran hajat, serta perlindungan dari segala kesulitan hidup.

“Sholawat Nariyah diciptakan oleh seorang ulama besar, Syekh Ahmad An-Nariyahi (atau Syekh Ibrahim An-Nasiyabi), dan disusun sebagai bentuk puji-pujian yang indah serta doa permohonan berkah kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kajian fikih dan tradisi tasawuf. Angka 4444 bukanlah sekadar angka tanpa makna. Bilangan ini dipercaya sebagai bentuk istikamah dan kesungguhan hati para pengamalnya saat mengetuk pintu rahmat Allah SWT”. Ungkapnya
Beberapa poin utama mengenai makna pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali antara lain:
- Wasilah Pembuka Pintu Rezeki dan Hajat: Pembacaan Sholawat Nariyah secara beruntun dan berjemaah/mandiri sebanyak 4.444 kali diyakini dapat menjadi jalan terkabulnya doa, melapangkan kesempitan, dan melapangkan jalan keluar dari musibah.
- Ungkapan Mahabbah (Cinta) kepada Rasulullah SAW: Setiap bait dalam Sholawat Nariyah berisi pengakuan atas keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai perantara tercapainya berbagai kebaikan dan terpeliharanya kedamaian.
- Penyatu Ukhuwah Melalui Pembacaan Berjemaah: Dalam tradisi masyarakat, pembacaan 4.444 kali sering dilakukan secara gotong royong (majelis taklim/khataman), yang mempererat tali silaturahmi antar-umat.
”Sholawat Nariyah atau Sholawat 4444 bukan sekadar menghitung bilangan, melainkan wujud kepasrahan total dan ikhtiar batin umat. Ketika hati kita terhubung penuh dengan pujian kepada Rasulullah SAW.
Maka, ketenangan jiwa dan kemudahan dari Allah SWT akan menyertai setiap langkah hidup kita.” Tegasnya
Beliau berharap dan mengimbauan
Melalui momentum ini, seluruh umat Islam diimbau untuk terus menjaga kebiasaan bersholawat dalam kehidupan sehari-hari, baik secara mandiri maupun berjemaah. Amalan sholawat hendaknya menjadi benteng spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mengokohkan kedamaian jiwa, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Reporter : Syam
Editor : Redaksi
Publisher : Syaqiful
